Sumbing Bibir

  • Admin RSAC
  • Sabtu, 28 Agustus 2021 13:54
  • 7

GAMBARAN UMUM

Dr. dr. Frederik Zefanya Notodihardjo, Sp.BP-RE,Ph.D - Angka kejadian sumbing bibir dengan / tanpa sumbing langit2 kira-kira 1 dari 750 – 1000. Angka ini 2x lebih banyak pada Asia. Sumbing bibir/langit2 sering pada laki-laki, sedangkan sumbing langit2 sering ditemukan pada wanita.

Penyebab

Etiologi sumbing bersifat multifaktor, yaitu gabungan genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan seperti infeksi virus (misal rubella) dan agen teratogenik (seperti steroid, antikonvulsan) selama trimester pertama kehamilan. Resiko sumbing juga meningkat dengan semakin tuanya usia orangtua, terutama > 30 tahun. Meskipun demikian, kebanyakan sumbing tidak punya penyebab yang jelas.

Klinis

Klinis sumbing bibir sangat bervariasi, mulai dari inkomplet sampai komplet. Sumbing bibir juga dibagi 1 sisi dan 2 sisi, serta complete dan incomplete. Sumbing bibir incomplete ditandai oleh garis sumbing yang tidak mencapai dasar lubang hidung. Sumbing bibir complete melibatkan seluruh ketebalan bibir, meluas menuju dasar hidung.

Sebagai konsekuensi adanya sumbing bibir, terjadi juga kelainan hidung.

Penanganan

Bayi sumbing wajah harus ditangani oleh klinisi dari multidisiplin, agar memungkinkan koordinasi efektif dari berbagai aspek multidisiplin tersebut. Selain masalah rekonstruksi bibir yang sumbing, masih ada masalah lain yang perlu dipertimbangkan yaitu masalah pendengaran, bicara, gigi-geligi dan psikososial. Masalah-masalah ini sama pentingnya dengan rekonstruksi anatomis, dan pada akhirnya hasil fungsional yang baik dari rekonstruksi yang dikerjakan juga dipengaruhi oleh masalah-masalah tersebut. Dengan pendekatan multidisipliner, tatalaksana yang komprehensif dapat diberikan, dan sebaiknya kontinyu sejak bayi lahir sampai remaja. Diperlukan tenaga spesialis bidang kesehatan anak, bedah plastik, THT, gigi ortodonti, serta terapis wicara, psikolog, ahli nutrisi dan audiolog.

Tatalaksana Non-Bedah

Neonatal care

Pertambahan berat badan yang normal, pencegahan aspirasi dan pencegahan infeksi telinga berulang  merupakan bagian yang paling penting dalam merawat bayi dengan sumbing pada hari-hari dan minggu-minggu awal kehidupannya.

Sebagian besar kasus sumbing bibir adalah tidak terkait sindrom genetik, karena itu orangtua sebaiknya ditenangkan dan diberi pengertian dengan hati-hati.

Menyusui bayi sumbing

Kebanyakan bayi sumbing dilahirkan dengan berat badan normal. Namun biasanya ditemukan penambahan berat badan yang kurang. Adanya kelainan pada bibir dan langit2 mengakibatkan bayi sulit menghisap. Oleh karena itu, teknik menyusui sangat penting, dan harus diajarkan pada kunjungan pertama. Ibu dari bayi sumbing masih dapat menyusui bayinya dengan memposisikan bayinya sehingga celah sumbing tertutup oleh payudara ibu. Posisi minum bayi haruslah lebih tegak untuk mencegah kebocoran susu ke arah hidung dan mencegah tersedak. Kemudian anjurkan ibu untuk menghentikan memberi minum dan membiarkan bayi batuk atau bersin dalam beberapa detik.

Tatalaksana Bedah

Pre-operasi

Rule of ten : yaitu operasi sumbing pada anak dengan berat badan 5 kg,  usia 10 minggu dan kadar hemoglobin darah 10 g. Secara umum, operasi sumbing dilakukan usia bayi 2 – 4 bulan. Adhesi surgikal bibir dapat pula digunakan untuk sumbing dengan celah yang lebar. Pada teknik adhesi bibir ini, jaringan lunak bibir atas disatukan, sehingga mereduksi sumbing lebar menjadi lebih sempit jaraknya.

Komplikasi

Revisi bibir biasanya ditangguhkan sampai infeksi teratasi dan jaringan bekas luka matur. Konsultasi dengan spesialis bedah plastik atau sentrum pengembangan sangat dianjurkan.

 Follow up

Setelah repair sumbing, idealnya pasien dievaluasi secara. Higiene oral dan perawatan gigi harus ditingkatkan. Pendengaran dan wicara harus dinilai, dan evaluasi psikososial serta tatalaksananya juga seharusnya dilaksanakan.

Manejemen orthodonti dan prosedur bedah sekunder, seperti grafting tulang tersebut, biasanya dilaksanakan pada usia sekolah. Prosedur sekunder untuk mengkoreksi bentuk hidung saat usia sekolah; namun jika rekonstruksi membutuhkan prosedur osteotomi, sebaiknya tunda operasi sampai pertumbuhan hidung lengkap (kira-kira usia 16 – 17 tahun).

RANGKUMAN

Sumbing bibir juga diklasifikasikan menjadi 1 sisi dan 2 sisi, serta complete dan incomplete. Penatalaksanaan non-bedah meliputi perawatan neonatal dan cara menyusui yang benar pada bayi sumbing. Sedangkan penatalaksanaan bedah ditekankan pada pre operasi yang meliputi waktu operasi dan penilaian lebar celah yang ada, intra operasi yaitu pemilihan tehnik operasi, dan post operasi yang meliputi nutrisi oral, aktivitas, dan perawatan bibir.

KEPUSTAKAAN

  • Hopper, R A et al. Cleft lip and palate. Grabb and Smith’s : Plastic surgery. 6th2007.

  • Noordhoff, M S. Unilateral cheiloplasty. Mathes : Plastic surgery. Vol IV.2006.

  • Salyer, K E., et al. Primary unilateral cleft-lip/nose repair. Atlas of craniofacial and cleft surgery. Vol II. 1999.

  • La Rossa, D. Chen, P K. Unilateral cleft lip repair. Plastic surgery : Indications, operations and outcomes. Vol II. 2000